hi guys gw mau ngebahas tentang materi hubungan dan fungsi pada pelajaran matematika nih
oke langsung aja yaa....
PENGERTIAN
GARIS (LINES) DAN TITIK (POINTS) ,
PASANGAN BERURUTAN (ORDERED PAIRS),
KUADRAN (HYPERPLANES)
A. GARIS (LINES) DAN BILANGAN RIIL (THE REAL NUMBERS)
setiap garis lurus (the real line)
menyatakan :
a. Himpunan semua bilangan riil (dengan notasi R) – the set of all real
numbers, karena garis lurus memuat semua bilangan riil (the real
numbers) yang terdiri dari :
Bilangan rasional (rasional numbers) yang terdiri dari :
Bilangan bulat (integers)
Bilangan pecahan (fractions).
Bilangan irasional (irrational numbers).
b. Suatu variabel, karena variabel adalah sesuatu yang dapat dinyatakan
dengan angka atau nilai dari bilangan riil.
2. Setiap bilangan riil merupakan titik di atas garis lurus (the real line).
B. PASANGAN BERURUTAN (ORDERED PAIRS)
1. Pasangan tidak berurutan (unordered pairs)
Set {a, b} = {b, a} → merupakan dua set yang sama karena mempunyai
elemen yang sama (atas dasar Bahan 2.5.
sebelumnya tentang sets), tetapi tanpa
memperdulikan kesamaan urutan atau order
elemen masing-masing set.
Pasangan elemen setiap set itu disebut
pasangan variabel yang tidak berurutan
(unordered pairs).
2. Pasangan berurutan (ordered pairs)
Set {a, b} ≠ {b, a} → merupakan dua set yang tidak sama (walaupun
memiliki elemen yang sama), karena urutan atau order
elemen masing-masing set tidak sama, kecuali apabila
a = b.
Pasangan elemen pada setiap elemen itu disebut
pasangan variabel yang berurutan (ordered pairs).
3. Contoh :
Menyebut anggota dalam suatu pertandinagan tanpa urutan (unordered
pairs). Tetapi menyebut pemenang 1, 2, dan seterusnya harus berurutan
(ordered pairs).
Untuk set dengan elemen ordered pair, dimana elemen pertama untuk
umur dan elemen kedua untuk berat, tentu akan beda antara set {45, 60}
dan {60, 45}.
Pasangan bilangan (koordinat) pada 4 kuadran atau disebut the Cartesian
C. ORDERED PAIRS PADA KUADRAN (THE XY PLANE)
Dua variabel, misal variabel x dan y, yang dinyatakan oleh dua garis lurus atau
sumbu yang berpotongan, yaitu sumbu/garis horizontal untuk variabel x dan
sumbu vertikal untuk variabel y, menciptakan (lihat Diagram 1. di bawah) :
4 (empat) kuadran (quadrant) I, II, III, IV, atau disebut the xy plane, dimana :
Kudran I dimana terdapat jumlah tak terbatas dari ordered pairs dengan
urutan +x (angka x positif) dan +y (angka y positif).
Kuadran II dimana terdapat jumlah tak terbatas dari ordered pairs dengan
urutan −x (angka x negatif) dan +y.
Kuadran III dimana terdapat jumlah tak terbatas dari ordered pairs dengan
urutan −x dan −y (angka y negatif).
Kuadran IV dimana terdapat jumlah tak terbatas dari ordered pairs dengan
urutan +x dan −y.
2. Titik-titik kombinasi dari titik x pada sumbu/garis x dan titik y pada sumbu/garis
y secara berurutan, disebut the xy ordered pairs.
Misal, titik kombinasi atau the xy ordered pair (2,4) berbeda dengan the xy
ordered pair (4,2).
3. Himpunan ordered pairs (the set of all ordered pairs) pada kuadran (the
xy plane atau the rectangular coordinate plane atau disebut the
Cartesian product) bersifat tak terbatas.
Set ordered pairs pada kuadran atau the xy plane itu disebut the Cartesian
product (named after Descartes).
The Cartesian product juga disebut direct product, karena elemennya berupa
ordered pairs yang merupakan produk dari set x dan set y (dengan notasi x *
y, atau (x, y)), dimana set x dan y adalah set dari bilangan riil,
Dengan kata lain, setiap set pada the Cartesian product merupakan ordered
pairs, dengan elemen pertama dari variabel x dan elemen kedua dari variabel
y, atau ditulis (x, y). Oleh karena itu, ordered pair (1, 2) beda dengan (2, 1).
Produk dari set x dan set y dimaksud mempunyai jumlah yang tak
terbatas, sehingga the Cartesian product atau the xy plane itu
merupakan suatu set bersifat tak terbatas dari ordered pair atau titik
pada kuadran (an infinite set of points or ordered pairs).
Notasi dari the Cartesian product sebagai berikut :
The Cartesian product dengan set (ordered pairs) atau titik pada kuadran
yang memiliki 2 elemen (2 dimensi) dari set x dan set y, mempunyai notasi
the Cartesian product adalah R * R atau R
2
:
x * y = {(1, 2), (2, 1), (4, 1)}
atau
x * y = {a, b) | a
x dan b
y}
dimana a dan b adalah elemen dari bilangan riil (real
numbers) yang diberi notasi R, sehingga lebih umum
lagi menjadi
x * y = {a, b) | a
R dan b
R}
dimana x dan y adalah set dari R
The Cartesian product dengan set (ordered pairs) atau titik yang memiliki
3 elemen (3 dimensi) dari sumbu x, sumbu y dan sumbu z, mempunyai
notasi the Cartesian product adalah R * R * R atau R
3
:
x * y * z = {a, b) | a
x, b
y, c
z}
atau
x * y * z = {a, b) | a
R, b
R, c
R}
The Cartesian product dengan ordered pairs atau titik pada kuadran
dengan n elemen (n dimensi) mempunyai notasi R
n
.
HUBUNGAN RELASI DAN FUNGSI
A. HUBUNGAN (RELATIONS)
PADA THE CARTESIAN PRODUCT
Sebagaimana dibahas pada Bahan 1.1. di atas, pada kuadran atau the xy plane
atau The Cartesian product, setiap ordered pair (x, y) atau x * y merupakan satu
titik, atau sebaliknya.
Jadi terdapat hubungan yang bersifat unik atau satu-satu dan timbal balik (double
uniqueness).
Dengan demikian, terdapat hubungan satu-satu (one-to-one correspondence)
antara set ordered pairs (the set of ordered pairs) dan set titik (the set of points)
pada the Cartesian product.
Setiap titik atau ordered pair pada the xy plane atau the Cartesian product
menunjukkan terjadi hubungan (relation) :
Antara setiap bilangan riil atau titik pada garis atau variabel x
dengan bilangan riil atau titik pada garis atau variabel y,
jadi,
terdapat set (x, y) atau ordered pair atau titik pada the xy
plane sebagai dari hasil hubungan (asosiasi) atas dasar suatu
aturan dari setiap bilangan atau angka x dengan bilangan
atau angka y.
Misal pada Diagram 1. di atas :
Titik (x, y) = (1,2) di kuadran I, menunjukkan bahwa atas dasar suatu aturan, maka
untuk x =1 mempunyai hubungan dengan y = 2.
Juga titik (x, y) = (−2, 1) di kuadran II menunjukkan hubungan x = − 2 dengan y =
1 berdasarkan suatu aturan.
B. SIFAT HUBUNGAN :
SATU-SATU (ONE-TO-ONE) ATAU BUKAN
Diagram 2
HUBUNGAN (RELATION) DAN FUNGSI (FUNCTION)
Berapa bilangan atau nilai dari set y hasil dari hubungan dengan setiap bilangan
atau nilai dari x ?
Penentunya adalah suatu aturan, yang akan menentukan salah satu diantara dua
jenis hubungan :
1. Hubungan bukan bersifat satu-satu atau kausal.
Dengan hubungan ini, maka atas dasar suatu aturan satu bilangan dari set x
akan berhubungan atau menghasilkan lebih dari satu bilangan dari set y. Jadi
hubungan tidak bersifat kausal atau satu-satu (one-to-one relation).
Suatu aturan dimaksud disebut sebagai hubungan (relation atau a
multivalued function).
Contoh :
Pada Diagram 2. di atas, terdapat set {x, y| y ≤ x} yang antara lain termasuk
pairs atau titik (1,0), (1,1), (1,−4), sehingga untuk satu bilangan x = 1
menghasilkan hubungan dengan 3 bilangan y yaitu y = 0, y = 1 dan y = −4.
Dengan set atau aturan y ≤ x dimaksud, maka hubungan y terhadap x bukan
bersifat satu-satu atau kausal, jadi hanya merupakan hubungan saja.
Area dari set dimaksud di bawah garis y = 2x.
2. Hubungan merupakan fungsi bila hubungan bersifat satu-satu atau kausal
(one-to-one relation or correspondence, atau unique relation)
C. PENGERTIAN DAN PENULISAN FUNGSI
1. Definisi fungsi
Berdasarkan uraian pada butir B. di atas, maka definisi fungsi sebagai berikut :
Fungsi adalah set dari ordered pairs (x, y) dimana setiap bilangan
x menentukan hanya satu bilangan y.
Seperti dikemukakan dalam buku Chiang and Wainwright (Book
1) halaman 17 :
A function is therefore a set of ordered pairs with the property that
any x value uniquely determines a y value.
This definition of function corresponds to what would be called a
single-valued function in the older terminology. What was
formerly called a multivalued function is now referred to as a
relation or correspondence
2. Penulisan (notasi) fungsi
Fungsi, misalnya untuk 2 variabel x dan y, ditulis dengan notasi
y = f(x) → baca y adalah fungsi dari x (y is said to be a function of x, atau y
equals of x).
Jadi y sebagai variabel yang ditentukan (dependent variable,), sedangkan x
adalah variabel penentu (independent variable) terhadap y.
3. Fungsi merupakan transformasi atau mapping
Fungsi, seperti y = f(x), juga disebut a mapping or transformation yang
menunjukkan hubungan antara y dengan x, dimana :
Notasi f merupakan suatu aturan (a rule) yang mentransformasi
(transformed atau mapped) set x ke dalam set y (the set x is mapped or
transformed into the set y, yang ditulis dengan notasi :
Perhatikan terdapat perbedaan pengertian fungsi dan bentuk fungsi
► Fungsi ditulis dengan dependent variable di sisi kiri, aturan atau the
rule fungsi seperti f atau g, serta dalam kurung sejumlah independent
variables. Contoh : y = f(x); Y = F(X, Z, W)
► Bentuk fungsi adalah fungsi dalam bentuk detil termasuk :
Bentuk aturan atau the rule (misal berbentuk fungsi polynomial
atau bukan)
Variabel bebas (independent variable)
Konstan atau bilangan tetap yang berdiri sendiri tanpa diikuti
independent variable
Koefisien atau bilangan tetap di depan atau diikuti oleh suatu
indepedent variable.
Parameter yaitu koefisien dalam huruf kecil
2. Fungsi implicit (implicit function)
Fungsi implisit (implicit function) adalah fungsi dimana independent variables
bersama-sama dependent variable berada di sebelah kiri, sedangkan di kanan
angka 0.
Misal :
Fungsi : g(y,x) = 0
Bentuk fungsi implicit : ax + b – y = 0; x2
+ y2
= 0;
e
y
+ y – x + ln x = 0; y mx b = 0
B. JENIS FUNGSI ATAS DASAR
JUMLAH VARIABEL BEBAS (INDEPENDENT VARIABLES)
Berdasarkan jumlah variabel bebas (independent variables), di bawah
dikemukakan jenis fungsi dengan 1 (satu) hingga 4 (empat) independent
variables.
1. Fungsi dengan 1 (satu) variabel bebas (independent variable)
Misal dengan 1 (satu) independent variabel x, maka penulisan fungsi :
y = f(x); atau z = g(x)
2. Fungsi dengan multi independent variables
Multi variabel bisa 2 (dua) atau lebih variabel, jadi n variable dimana n ≥
2.
Misal :
Dengan 2 (dua) independent variables z dan w, atau x1 dan x2, maka
penulisan fungsi :
Q = g(z,w) dan
Y = f(x1, x2)
Dengan 3 independent variables u, z dan w, atau n variabel xj yaitu x1
hingga xn, maka penulisan fungsi : q = g(u,z,w) dan
y = f(x1, x2, ..., xn)
3 (TIGA) BENTUK FUNGSI
DENGAN 1 (SATU) INDEPENDENT VARIABLE
1. Fungsi polinomial (polynomial functions)
2. Fungsi rasional (rational functions)
3. Non algebraic or transcendental functions
C. FUNGSI RASIONAL (RATIONAL FUNCTIONS)
Rational function adalah rasio antara dua fungsi di pembilang dan penyebut,
seperti di bawah ini.
Bentuk fungsi rasional dan diagramnya : X − 1
Contoh 1 : Y = f(X) = −−−−−−−−−−−−
X
2
+ 2 X + 4
D. NON ALGEBRAIC OR TRANSCENDENTAL FUNCTIONS
Semua fungsi dalam bentuk polynomial, termasuk rational functions, adalah
algebaraic functions.
Nonalgebraic functions terdiri dari tiga jenis : (1). Exponential functions; (2).
Logarithmic functions; (3). Trigonometric (or circular) functions).
1. Fungsi pangkat atau eksponensial (exponential function)
Fungsi pangkat (exponential functions) adalah fungsi dimana independent
variable menjadi pangkat dengan basis (base) :
→ a real number b atau 8, seperti : y = bx
; atau, y = 8x - √x
,
2. Setiap bilangan riil merupakan titik di atas garis lurus (the real line).
B. PASANGAN BERURUTAN (ORDERED PAIRS)
1. Pasangan tidak berurutan (unordered pairs)
Set {a, b} = {b, a} → merupakan dua set yang sama karena mempunyai
elemen yang sama (atas dasar Bahan 2.5.
sebelumnya tentang sets), tetapi tanpa
memperdulikan kesamaan urutan atau order
elemen masing-masing set.
Pasangan elemen setiap set itu disebut
pasangan variabel yang tidak berurutan
(unordered pairs).
2. Pasangan berurutan (ordered pairs)
Set {a, b} ≠ {b, a} → merupakan dua set yang tidak sama (walaupun
memiliki elemen yang sama), karena urutan atau order
elemen masing-masing set tidak sama, kecuali apabila
a = b.
Pasangan elemen pada setiap elemen itu disebut
pasangan variabel yang berurutan (ordered pairs).
3. Contoh :
Menyebut anggota dalam suatu pertandinagan tanpa urutan (unordered
pairs). Tetapi menyebut pemenang 1, 2, dan seterusnya harus berurutan
(ordered pairs).
Untuk set dengan elemen ordered pair, dimana elemen pertama untuk
umur dan elemen kedua untuk berat, tentu akan beda antara set {45, 60}
dan {60, 45}.
Pasangan bilangan (koordinat) pada 4 kuadran atau disebut the Cartesian
C. ORDERED PAIRS PADA KUADRAN (THE XY PLANE)
Dua variabel, misal variabel x dan y, yang dinyatakan oleh dua garis lurus atau
sumbu yang berpotongan, yaitu sumbu/garis horizontal untuk variabel x dan
sumbu vertikal untuk variabel y, menciptakan (lihat Diagram 1. di bawah) :
4 (empat) kuadran (quadrant) I, II, III, IV, atau disebut the xy plane, dimana :
Kudran I dimana terdapat jumlah tak terbatas dari ordered pairs dengan
urutan +x (angka x positif) dan +y (angka y positif).
Kuadran II dimana terdapat jumlah tak terbatas dari ordered pairs dengan
urutan −x (angka x negatif) dan +y.
Kuadran III dimana terdapat jumlah tak terbatas dari ordered pairs dengan
urutan −x dan −y (angka y negatif).
Kuadran IV dimana terdapat jumlah tak terbatas dari ordered pairs dengan
urutan +x dan −y.
2. Titik-titik kombinasi dari titik x pada sumbu/garis x dan titik y pada sumbu/garis
y secara berurutan, disebut the xy ordered pairs.
Misal, titik kombinasi atau the xy ordered pair (2,4) berbeda dengan the xy
ordered pair (4,2).
3. Himpunan ordered pairs (the set of all ordered pairs) pada kuadran (the
xy plane atau the rectangular coordinate plane atau disebut the
Cartesian product) bersifat tak terbatas.
Set ordered pairs pada kuadran atau the xy plane itu disebut the Cartesian
product (named after Descartes).
The Cartesian product juga disebut direct product, karena elemennya berupa
ordered pairs yang merupakan produk dari set x dan set y (dengan notasi x *
y, atau (x, y)), dimana set x dan y adalah set dari bilangan riil,
Dengan kata lain, setiap set pada the Cartesian product merupakan ordered
pairs, dengan elemen pertama dari variabel x dan elemen kedua dari variabel
y, atau ditulis (x, y). Oleh karena itu, ordered pair (1, 2) beda dengan (2, 1).
Produk dari set x dan set y dimaksud mempunyai jumlah yang tak
terbatas, sehingga the Cartesian product atau the xy plane itu
merupakan suatu set bersifat tak terbatas dari ordered pair atau titik
pada kuadran (an infinite set of points or ordered pairs).
Notasi dari the Cartesian product sebagai berikut :
The Cartesian product dengan set (ordered pairs) atau titik pada kuadran
yang memiliki 2 elemen (2 dimensi) dari set x dan set y, mempunyai notasi
the Cartesian product adalah R * R atau R
2
:
x * y = {(1, 2), (2, 1), (4, 1)}
atau
x * y = {a, b) | a
x dan b
y}
dimana a dan b adalah elemen dari bilangan riil (real
numbers) yang diberi notasi R, sehingga lebih umum
lagi menjadi
x * y = {a, b) | a
R dan b
R}
dimana x dan y adalah set dari R
The Cartesian product dengan set (ordered pairs) atau titik yang memiliki
3 elemen (3 dimensi) dari sumbu x, sumbu y dan sumbu z, mempunyai
notasi the Cartesian product adalah R * R * R atau R
3
:
x * y * z = {a, b) | a
x, b
y, c
z}
atau
x * y * z = {a, b) | a
R, b
R, c
R}
The Cartesian product dengan ordered pairs atau titik pada kuadran
dengan n elemen (n dimensi) mempunyai notasi R
n
.
HUBUNGAN RELASI DAN FUNGSI
A. HUBUNGAN (RELATIONS)
PADA THE CARTESIAN PRODUCT
Sebagaimana dibahas pada Bahan 1.1. di atas, pada kuadran atau the xy plane
atau The Cartesian product, setiap ordered pair (x, y) atau x * y merupakan satu
titik, atau sebaliknya.
Jadi terdapat hubungan yang bersifat unik atau satu-satu dan timbal balik (double
uniqueness).
Dengan demikian, terdapat hubungan satu-satu (one-to-one correspondence)
antara set ordered pairs (the set of ordered pairs) dan set titik (the set of points)
pada the Cartesian product.
Setiap titik atau ordered pair pada the xy plane atau the Cartesian product
menunjukkan terjadi hubungan (relation) :
Antara setiap bilangan riil atau titik pada garis atau variabel x
dengan bilangan riil atau titik pada garis atau variabel y,
jadi,
terdapat set (x, y) atau ordered pair atau titik pada the xy
plane sebagai dari hasil hubungan (asosiasi) atas dasar suatu
aturan dari setiap bilangan atau angka x dengan bilangan
atau angka y.
Misal pada Diagram 1. di atas :
Titik (x, y) = (1,2) di kuadran I, menunjukkan bahwa atas dasar suatu aturan, maka
untuk x =1 mempunyai hubungan dengan y = 2.
Juga titik (x, y) = (−2, 1) di kuadran II menunjukkan hubungan x = − 2 dengan y =
1 berdasarkan suatu aturan.
B. SIFAT HUBUNGAN :
SATU-SATU (ONE-TO-ONE) ATAU BUKAN
Diagram 2
HUBUNGAN (RELATION) DAN FUNGSI (FUNCTION)
Berapa bilangan atau nilai dari set y hasil dari hubungan dengan setiap bilangan
atau nilai dari x ?
Penentunya adalah suatu aturan, yang akan menentukan salah satu diantara dua
jenis hubungan :
1. Hubungan bukan bersifat satu-satu atau kausal.
Dengan hubungan ini, maka atas dasar suatu aturan satu bilangan dari set x
akan berhubungan atau menghasilkan lebih dari satu bilangan dari set y. Jadi
hubungan tidak bersifat kausal atau satu-satu (one-to-one relation).
Suatu aturan dimaksud disebut sebagai hubungan (relation atau a
multivalued function).
Contoh :
Pada Diagram 2. di atas, terdapat set {x, y| y ≤ x} yang antara lain termasuk
pairs atau titik (1,0), (1,1), (1,−4), sehingga untuk satu bilangan x = 1
menghasilkan hubungan dengan 3 bilangan y yaitu y = 0, y = 1 dan y = −4.
Dengan set atau aturan y ≤ x dimaksud, maka hubungan y terhadap x bukan
bersifat satu-satu atau kausal, jadi hanya merupakan hubungan saja.
Area dari set dimaksud di bawah garis y = 2x.
2. Hubungan merupakan fungsi bila hubungan bersifat satu-satu atau kausal
(one-to-one relation or correspondence, atau unique relation)
C. PENGERTIAN DAN PENULISAN FUNGSI
1. Definisi fungsi
Berdasarkan uraian pada butir B. di atas, maka definisi fungsi sebagai berikut :
Fungsi adalah set dari ordered pairs (x, y) dimana setiap bilangan
x menentukan hanya satu bilangan y.
Seperti dikemukakan dalam buku Chiang and Wainwright (Book
1) halaman 17 :
A function is therefore a set of ordered pairs with the property that
any x value uniquely determines a y value.
This definition of function corresponds to what would be called a
single-valued function in the older terminology. What was
formerly called a multivalued function is now referred to as a
relation or correspondence
2. Penulisan (notasi) fungsi
Fungsi, misalnya untuk 2 variabel x dan y, ditulis dengan notasi
y = f(x) → baca y adalah fungsi dari x (y is said to be a function of x, atau y
equals of x).
Jadi y sebagai variabel yang ditentukan (dependent variable,), sedangkan x
adalah variabel penentu (independent variable) terhadap y.
3. Fungsi merupakan transformasi atau mapping
Fungsi, seperti y = f(x), juga disebut a mapping or transformation yang
menunjukkan hubungan antara y dengan x, dimana :
Notasi f merupakan suatu aturan (a rule) yang mentransformasi
(transformed atau mapped) set x ke dalam set y (the set x is mapped or
transformed into the set y, yang ditulis dengan notasi :
A. JENIS FUNGSI ATAS DASAR
LETAK VARIABEL BEBAS (INDEPENDENT VARIABLES)
Berdasarkan letak variabel bebas (independent variables), terdapat 2 jenis fungsi
sebagai berikut.
1. Fungsi eksplisit (explicit function)
Fungsi eksplisit (explicit function) adalah fungsi dimana (variabel bebas)
independent variables berada di sebelah kanan, karena itu independent
variables juga disebut right hand variables.
Misal :
Fungsi : y = f(x)
Bentuk fungsi explicit : y = x2
; y = a + bx; y =
3x
► Fungsi ditulis dengan dependent variable di sisi kiri, aturan atau the
rule fungsi seperti f atau g, serta dalam kurung sejumlah independent
variables. Contoh : y = f(x); Y = F(X, Z, W)
► Bentuk fungsi adalah fungsi dalam bentuk detil termasuk :
Bentuk aturan atau the rule (misal berbentuk fungsi polynomial
atau bukan)
Variabel bebas (independent variable)
Konstan atau bilangan tetap yang berdiri sendiri tanpa diikuti
independent variable
Koefisien atau bilangan tetap di depan atau diikuti oleh suatu
indepedent variable.
Parameter yaitu koefisien dalam huruf kecil
2. Fungsi implicit (implicit function)
Fungsi implisit (implicit function) adalah fungsi dimana independent variables
bersama-sama dependent variable berada di sebelah kiri, sedangkan di kanan
angka 0.
Misal :
Fungsi : g(y,x) = 0
Bentuk fungsi implicit : ax + b – y = 0; x2
+ y2
= 0;
e
y
+ y – x + ln x = 0; y mx b = 0
B. JENIS FUNGSI ATAS DASAR
JUMLAH VARIABEL BEBAS (INDEPENDENT VARIABLES)
Berdasarkan jumlah variabel bebas (independent variables), di bawah
dikemukakan jenis fungsi dengan 1 (satu) hingga 4 (empat) independent
variables.
1. Fungsi dengan 1 (satu) variabel bebas (independent variable)
Misal dengan 1 (satu) independent variabel x, maka penulisan fungsi :
y = f(x); atau z = g(x)
2. Fungsi dengan multi independent variables
Multi variabel bisa 2 (dua) atau lebih variabel, jadi n variable dimana n ≥
2.
Misal :
Dengan 2 (dua) independent variables z dan w, atau x1 dan x2, maka
penulisan fungsi :
Q = g(z,w) dan
Y = f(x1, x2)
Dengan 3 independent variables u, z dan w, atau n variabel xj yaitu x1
hingga xn, maka penulisan fungsi : q = g(u,z,w) dan
y = f(x1, x2, ..., xn)
3 (TIGA) BENTUK FUNGSI
DENGAN 1 (SATU) INDEPENDENT VARIABLE
1. Fungsi polinomial (polynomial functions)
2. Fungsi rasional (rational functions)
3. Non algebraic or transcendental functions
C. FUNGSI RASIONAL (RATIONAL FUNCTIONS)
Rational function adalah rasio antara dua fungsi di pembilang dan penyebut,
seperti di bawah ini.
Bentuk fungsi rasional dan diagramnya : X − 1
Contoh 1 : Y = f(X) = −−−−−−−−−−−−
X
2
+ 2 X + 4
D. NON ALGEBRAIC OR TRANSCENDENTAL FUNCTIONS
Semua fungsi dalam bentuk polynomial, termasuk rational functions, adalah
algebaraic functions.
Nonalgebraic functions terdiri dari tiga jenis : (1). Exponential functions; (2).
Logarithmic functions; (3). Trigonometric (or circular) functions).
1. Fungsi pangkat atau eksponensial (exponential function)
Fungsi pangkat (exponential functions) adalah fungsi dimana independent
variable menjadi pangkat dengan basis (base) :
→ a real number b atau 8, seperti : y = bx
; atau, y = 8x - √x
,











